Jumat, 03 Mei 2013
Rabu, 03 April 2013
SMART Publishing: Aplikasi Metode VAR dalam Riset Ekonomi Keuangan Islam (2013)
Daftar Isi ix
BAGIAN PERTAMA
1.
Pendahuluan
2.
Model Ekonomi VAR/ECM
3.
Langkah-langkah Pengujian
VAR
4.
Kelebihan dan Kekurangan
VAR
5.
Syarat Penggunaan Model
VECM
6.
Uji Stasioneritas
7.
Penentuan Panjang Lag
Optimum
8.
Uji Kointegrasi
9.
Tentang Impulse Response
Function (IRF)
10. Forecast Error Variance Decomposition
11. Kausalitas
dalam VAR
Selasa, 12 Maret 2013
BUKU: Model Reduction Methods for Vector Autoregressive Processes
Vector Autoregressive (VAR) models have become one of the dominant tools
for the empirical analysis of macroeconomic time series. Sometimes the
flexibility of VAR models leads to overparameterized models, making
accurate estimates of impulse responses and forecasts difficult.
This
book introduces a variety of data-based model reduction methods and
provides a detailed investigation of different reduction strategies in
the context of popular VAR modelling classes, including stationary,
cointegrated and structural VAR models.
VAR practitioners benefit from
guidelines being developed for using model reduction in applied work.
The use of different reduction techniques is illustrated by means of
empirical models for US monetary policy shocks and a structural vector
error correction model of the German labor market.
Selasa, 12 Februari 2013
CALL FOR PAPERS FRPS VI 2013
Dalam rangka mendorong minat akademisi, peneliti dan masyarakat secara umum melakukan riset perbankan dan keuangan syariah, Bank Indonesia bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPP IAEI) dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin menyelenggarakan Forum Riset Perbankan Syariah VI. Melalui forum reguler ini diharapkan dapat mendorong pembangunan budaya penelitian dan pengkajian Perbankan/Keuangan Syariah di lingkungan akademisi serta menjadi media pertukaran ide dan menguji konsepsi pemikiran untuk diterapkan di industri perbankan syariah, sekaligus menjadi forum apresiasi bagi para peneliti dan akademisi yang berpartisipasi menyumbangkan inovasi, gagasan dan pemikiran baru yang aplikatif dalam rangka memajukan perbankan syariah nasional.
Tema :
“Optimalisasi Dukungan Pemerintah untuk Mempercepat Pengembangan Perbankan dan Keuangan Syariah di Indonesia.”
Sub Tema:
- Penguatan regulasi dan keberpihakan pemerintah dalam pengembangan perbankan syariah.
- Sinergi pemerintah dan Bank Indonesia dalam penerbitan sukuk atau surat berharga syariah investasi.
- Optimalisasi peran bank syariah dalam pembiayaan proyek pemerintah.
- Model pengelolaan dana haji berbasis Perbankan Syariah yang efektif dan memiliki efek multiplier terhadap perekonomian nasional.
- Strategi peningkatan peran Perbankan Syariah dalam pembiayaan sektor pertanian dan keuangan inklusif.
- Sinergi Perbankan Syariah dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam pemberdayaan UMKM dan pengentasan kemiskinan.
Rabu, 23 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Kelebihan dan Kekurangan VAR
Sebelum kita memperkirakan sebuah model, kita harus
memastikan bahwa persamaan dalam sistem telah teridentifikasi.Dalam identifikasi
ini sering muncul asumsi bahwa beberapa variabel yang telah ditentukan hadir
hanya dalam beberapa persamaan.Keputusan ini sering subjektif dan telah
dikritik oleh Christopher Sims. Menurut Sims, jika ada simultan yang nyata di
antara variabel , mereka semua harus diperlakukan pada sebuah pijakan yang
sama, tidak bolehada perbedaan mendasar antara endogen dan variabel eksogen.
Hal ini yang menjadikan Sims mengembangkan model VAR-nya (Gujarati, 2004: 848).
Metode VAR yang mulai dikembangkan pada tahun 1980
oleh Sims adalah suatu sistem persamaan yang memperlihatkan setiap peubahsebagi
fungsi linier dari konstanta dan nilai lag dari peubah itu sendiri
sebagi nilai lag dari peubah lain yang ada dalam sistem yang
mengasumsikan bahwa semua variabel yang terdapat dalam model bersifat endogen
(ditentukan di dalam model). Oleh karena itu, metode VAR disebut sebagai model
yang a-teoritis (tidak berlandaskan teori).Metode ini digunakan karena sering
kita jumpai keadaan dimana teori ekonomi saja ternyata tidak mampu menangkap
(tidak cukup kaya menyediakan spesifikasi) secara tepat dan lengkap hubungan
dinamis antar variabel. Atau dengan kata lain, model VAR
tidak banyak bergantung pada teori, melainkan perlu menentukan variabel yang
saling berinteraksi, serta banyaknya variabel jeda yang perlu diikutsertakan
dalam model tersebut (Nachrowi dan Usman, 2006: 289).
Kelebihan metode VAR dibanding metode ekonometrik
lainnya adalah menurut Gujarati (2004) dan Enders (2004)
adalah, 1) Metode VAR bebas dari berbagai batasan teori ekonomi yang sering
ada,seperti variabel endogen dan eksogen palsu; 2) VAR mengembangkan model
secarabersamaan dalam sistem multivarian yang kompleks, sehingga dapat
menangkap semuahubungan antar variabel dalam persamaan; 3) Tes VAR multivarian
dapat menghindariparameter yang bias karena menyampingkan variabel yang
relevan; 4) Tes VAR dapat mendeteksi semua hubungan antar variabel dalam sistem
persamaan dengan memperlakukan semua variabel, endogen; 5) Metode VAR adalah
metode sederhana,dimana tidak perlu menentukan mana variabel yang endogen dan
mana yang eksogen,karena VAR memperlakukan semua variabel, endogen; 6) Estimasi
VAR sederhana, karenametode umum OLS dapat digunakan pada masing‐masing persamaan secara terpisah; dan 7)Prediksi estimasi yang
diperoleh, lebih baik dalam berbagai kasus, dibanding dengan modelsimulataneous‐equation yang lebih rumit.
Kausalitas dalam VAR
Studi kausalitas ditujukan untuk mengukur kekuatan
hubungan antar variabel dan menunjukkan arah hubungan sebab akibat XàY (X menyebabkan Y), atau Y-à X (Y menyebabkan X) maupunX ßàY (X
menyebabkan Y dan Y juga menyebabkan X). Uji kausalitas granger jauh lebih
bermakna dari uji korelasi biasa. Jika variabel y, tidak
menyebabkan variabel lain, misalkan x, bisakah kita kemudian menganggap bahwa
yang terakhir adalah eksogen? Sayangnya, jawabannya adalah tidak langsung. Jika
kita berbicara tentang eksogenitas lemah, hal ini dapat menandakan bahwa
kausalitas granger bukan diperlukan atau cukup untuk membangun eksogenitas. Di
sisi lain, granger kausalitas diperlukan (tetapi tidak cukup) untuk eksogenitas
kuat. Artinya, konsep kausalitas granger berguna sebagai alat deskriptif untuk
waktu seri data (Gujarati, 2004: 701).
Dengan uji kausalitas
Granger dapat diketahui beberapa hal, sebagai berikut, apakah X mendahului Y,
apakah Y mendahului X, atau hubungan X dan Y timbal balik?, dan suatu variabel
X dikatakan menyebabkan variabel lain, Y, apabila Y saat ini diprediksi lebih
baik dengan menggunakan nilai‐nilai masa lalu X. Asumsi dalam uji ini adalah
bahwa X dan Y dianggap sepasang data runtut waktu yang memiliki kovarians linear
yang stasioner.
Langganan:
Postingan (Atom)


